Safe and SecureUpdate News

Agar Tidak Cepat Soak, Ini Cara Benar Merawat Baterai Mobil Listrik

Populasi mobil listrik yang terus meningkat membuat masyarakat perlu memahami cara merawat baterai agar tetap awet dan berfungsi optimal.

Populasi mobil listrik di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun seiring tingginya minat masyarakat pada kendaraan ramah lingkungan. Bersamaan dengan itu, kebutuhan informasi mengenai cara merawat komponen utamanya—terutama baterai—juga semakin besar agar performa kendaraan tetap optimal dan usia baterai panjang.

Mobil listrik memang dikenal lebih efisien dan minim perawatan dibanding mobil konvensional, namun bagian baterai tetap memerlukan perlakuan khusus. Menurut para ahli, pola penggunaan sehari-hari sangat menentukan umur baterai.

Pakar kendaraan listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Agus Purwadi, menjelaskan bahwa kebiasaan pengguna menjadi faktor kunci yang sering kali diabaikan.
“Baterai mobil listrik sebenarnya dirancang tahan lama, bisa bertahan delapan sampai sepuluh tahun. Tapi perilaku pengguna dapat mempercepat degradasi jika tidak benar,” ujarnya.

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah membiarkan baterai berada dalam kondisi full charge atau low charge terlalu lama. Selain itu, mengisi daya di bawah suhu ekstrem juga bisa menurunkan kualitas sel baterai.

Prof. Agus menambahkan bahwa menjaga kapasitas baterai di kisaran 20–80 persen adalah praktik terbaik untuk penggunaan harian.
“Charge penuh itu tidak masalah saat diperlukan, misalnya untuk perjalanan jauh. Tapi untuk pemakaian harian, menjaga di level menengah akan membuat sel lebih stabil,” katanya.

Selain pola pengisian, cara mengemudi juga memengaruhi keawetan baterai. Akselerasi mendadak berulang-ulang membuat sistem bekerja lebih keras dan meningkatkan suhu baterai. Penggunaan mode berkendara yang sesuai kondisi jalan dinilai dapat mengurangi stres pada komponen.

Read More  KAI Perluas Elektrifikasi: KRL Segera Menyambung ke Cikampek–Sukabumi

Sementara itu, peneliti teknologi material energi dari BRIN, Dr. Evvy Kartini, menekankan pentingnya memanfaatkan fitur bawaan mobil listrik yang membantu menjaga kesehatan baterai.
“Mobil listrik modern sudah dibekali sistem manajemen baterai (BMS). Fitur ini membantu mengontrol suhu dan aliran listrik. Pengguna hanya perlu mengikuti rekomendasi pabrikan dalam pengisian dan penyimpanan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mobil listrik yang jarang dipakai tetap membutuhkan perhatian.
“Jika kendaraan disimpan lama, lakukan pengecasan berkala agar baterai tidak berada pada level sangat rendah. Ini penting untuk menjaga stabilitas sel dan mencegah kerusakan,” ujar Evvy.

Dengan meningkatnya populasi kendaraan listrik di Tanah Air, pemahaman mengenai perawatan baterai menjadi semakin penting. Masyarakat bukan hanya dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi baru, tetapi juga memahami cara memaksimalkan umur perangkat mahal tersebut.

Back to top button